Minggu, 25 Oktober 2009

Menyusun Perlengkapan ke Dalam Ransel

1. tempatkanlah barang-barang yang lebih berat setinggi mungkin dan sedekat mungkin ke badan. barang-barang yang relatif ringan (sleeping bag, pakaian tidur) ditempatkan dibagian bawah.

2. letakkan barang-barang yang sewaktu-waktu diperlukan pada bagian atas atau pada kantung-kantung luar ransel (ponco, P3k, Kamera,dll)

3. kelompokkan barang-barang dan masukkan kedalam kantung-kantung plastik yang tidak tembus air, terutama pakaian tidur/cadangan, pakaian dalam, kertas-kertas, buku, dll.

4 matras tidur yang dimasukkan kedalam ranseldapat membantu mempertahankan bentuk ransel, sehingga menjadi padat, rapi dan efisien.


Cara Menyusun


Ket:
1. Benda-benda terberat dekat dengan punggung antara bahu dan pinggul
2. Benda-benda yang agak berat
3. Agak ringan dan tidak terlalu padat
4. Yang teringan diletakkan di bagian atas dan bawah

Rabu, 21 Oktober 2009

Tips Menyetel Ransel

Isi ransel dengan beban palsu, missal bantal, hingga terisi penuh dan mengembang seluruhnya. Longgarkan semua tali, dan perhatikan fungsi serta lokasi gespernya.

Naikkan setelan punggung (jika ada), kebagian paling tinggi.

Kenakan ransel ditubuh, kemudian kencangkan tali penyandang ransel bagian bawah hingga ransel terasa nyaman dipunggung dan bahu.

Raihlah ke bagian punggung untuk menyesuaikan setelan punggung (jika ada). Tujuannya adalah untuk memasang ransel setinggi mungkin pada bahu.

Kencangkan tali pinggang (hip belt). Tali pinggang berfungsi untuk mentansfer beban dari bahu kekaki, melalui pinggul.

Kencangkan tali penyandang ransel bagian atas untuk mendekatkan ransel ke punggung, dan menaikkan pusat gravitasi pada ransel.

Mengencangkan tali penyandang ransel sambil melonggarkan tali pinggang akan mengurangi tekanan pada pinggang, dan demikian sebaliknya. Gunakan teknik ini berganti-ganti untuk mengurangi rasa pegal pada pinggang dan bahu saat perjalanan.

Posisi ransel paling nyaman adalah setinggi mungkin pada punggung. Jangan sampai posisi ransel menggantung di pantat, karena itu akan membuat anda lebih tidak nyaman dan cepat lelah.

PERLENGKAPAN DAN PERBEKALAN STANDAR LAPANGAN

Perlengkapan dasar

Perengkapan jalan (untuk medan hutan gunung)

Sepatu

Yng perlu diperhatikan dalam memilih sepatu adalah kenyamanan (ukuran, bentuk, dll) dan fungsi dalam pemakaiannya. Pilih sepatu yang meindungi tapak kaki sampai mata kaki, kulit tebal dan tidak mudah sobek ketika terkena duri, lunak bagian dalam dan memberikan ruang gerak bagi kaki,keras bagian depan guna melindungi kaki dari benturan benda-benda keras seperti batu, bentuk sol bawah dapat menggigit kesegala arah dan cukup kaku, ada lobang ventilasi yang bersekat halus sehingga dapat membantu pernapasan pada kulit kaki.

Kaos Kaki

Sebaiknya bahan kaos kaki terbuat dari katun yang dicampur dengan wool atau bahan sintetis lainnya yang cukup baik. Ini berfungsi untuk melindungi kaki dari gesekan sepatu yang dapat menyebabkan lecet.

Celana Lapangan

Yang perlu diperhatikan adalah kuat, lembut, ringan, tidak mengganggu gerak, praktis, mudah kering dan bila basah tidak menambah beban yang cukup berat. Contoh yang baik untuk jenis ini adalah celana loreng tentara.

Baju Lapangan

Prinsipnya sama saja dengan celana lapangan, namun juga perlu diperhatikan jangan sampai kantung-kantungnya mengganggu jika diisi atau tertekan ransel. Dan sebaiknya baju lapangan ini berlengan panjang guna melindingi kulit dari duri dan sengatn panas mathari.(jangan lupa membawa pakaian cadangan)

Topi Lapangan

Untuk medan hutan gunung dianjurkan memakai topi rimba atau semacam jenis topui jepang. Selain melindung kepala dari duri, juga melindungi bagian belakang kepala dari curah hujan.

Sarung Tangan

Yang perlu diperhatikan adalah tidak memngganggu gerak, bentuk sesui dengn tangan. Untuk medan hutan gunung kegunaannya adalah untuk melindungi tengan dari duri, menyibakkan semak tanpa rasa takiut tertusuk duri, dll.

Ikat Pinggang

Pilih ikat pinggan dengan kepala yang tidak terlalu besar tetapi kuat.

Ransel

Yang perlu diperhatikan adalah ringan, kuat, sesuai dengan kebutuhan, nyaman dipakai, dan praktis.

Peralatan Navigasi

Kompas, peta, penggaris segitiga, busur derajat, pensil, dll. Peralatan navigasi ini merupakn peralatan yang sangat penting, bungkuslah peta dengan plastic agar tidak cebat basah dan rusak.

Lampu Senter

Jangan lupa membawa bola lampu dan baterai cadangan.

Tidak dianjurkan memakai senter isi ulang.

Peluit

Peluit yang dianjurkan adalah peluit pramuka/whistle. Karena frekuensinya yang tetap dan kekuatan kita meniup tidak mempengaruhi kuat bunyi yang dihasilkan.

Pisau

Untuk perjalanan jenis rimba sebaiknya anda memakai jenis pisau bowie, karena pisau ini dapat dipakai dalam berbagai keadaan. Ditambah dengan gook tebas dan pisau multi blade.

Perlengkapan tidur

satu set pakaian tidur

kaos kaki untuk tidur

sleeping bag atau kantung tidur

matras

tenda/ponco/plastic untuk bivak

Perlengkapan masak dan makanan

Alat masak lapangan/misting

Alat Bantu makan (sendok, garpu, dll)

Alat pembuat api (lilin, spiritus, parfin, dll)

Kantung air/tempat air.

Gn. MERBABU JALUR KOPENG THEKELAN

Dari Jakarta bisa naik kereta api atau bus ke Semarang, Yogya, atau Solo. Dilanjutkan dengan bus jurusan Solo-Semarang turun di kota Salatiga, dilanjutkan dengan bus kecil ke Kopeng. Dari Yogya naik bus ke Magelang, dilanjutkan dengan bus kecil ke Kopeng. Dari kopeng terdapat banyak jalur menuju ke Puncak, namun lebih baik melewati desa tekelan karena terdapat Pos yang dapat memberikan informasi maupun berbagai bantuan yang diperlukan. Pos Tekelan dapat ditempuh melalui bumi perkemahan Umbul Songo.

Anda dapat beristirahat di Pos Thekelan yang menyediakan tempat untuk tidur, terutama bila tidak membawa tenda. Dapat juga berkemah di Pos Pending karena di tiga tempat ini kita bisa memperoleh air bersih.
Di Pos Pending kita dapat menemukan mata air, juga kita akan menemukan sungai kecil (Kali Sowo). Sebelum mencapai Pos bayangan kita akan melewati Pereng Putih kita harus berhati-hati karena sangat terjal. Kemudian kita melewati sungai kering, dari sini pemandangan sangat indah ke bawah melihat kota Salatiga terutama di malam hari. Dari Pos bayangan kita akan melewati hutan campuran menuju Pos I, menuju Pos II jalur mulai terbuka dan jalan mulai menanjak curam. Hempasan angin yang kencang sangat terasa, apalagi berada di tempat terbuka. Kita dapat berlindung di Watu Gubug (pos III), sebuah batu berlobang yang dapat dimasuki 5 orang. Konon merupakan pintu gerbang menuju kerajaan makhluk ghaib. Bila ada badai sebaiknya tidak melanjutkan perjalanan karena sangat berbahaya. Mendekati pos empat kita mendaki jalur agak curam dan banyak pasir maupun kerikil kecil sehingga licin, angin kencang membawa debu dan pasir sehingga harus siap menutup mata bila ada angin kencang. Pos IV yang berada di ketinggian mencapai 2.896 mdpl ini, disebut Pos Pemancar karena terdapat sebuah Pemancar Radio. pos ini dikelilingi bukit dan tebing yang indah. Kita dapat turun menuju kawah Condrodimuko. Dan disini terdapat mata air, bedakan antara air minum dan air belerang.

Perjalanan dilanjutkan dengan melewati tanjakan yang sangat terjal serta jurang disisi kiri dan kanannya. Tanjakan ini dinamakan Jembatan Setan. Kemudian kita akan sampai di persimpangan, ke kiri menuju Puncak Syarif (Gunung Pregodalem) dan ke kanan menuju puncak Kenteng Songo ( Gunung Kenteng Songo) yang memanjang.

Dari puncak Kenteng songo kita dapat memandang Gn.Merapi dengan puncaknya yang mengepulkan asap setiap saat, nampak dekat sekali. Ke arah barat tampak Gn.Sumbing dan Sundoro yang kelihatan sangat jelas dan indah, seolah-olah menantang untuk di daki. Lebih dekat lagi tampak Gn.Telomoyo dan Gn.Ungaran. Dari kejauhan ke arah timur tampak Gn.Lawu dengan puncaknya yang memanjang.

Menuju Puncak Kenteng Songo ini jalurnya sangat berbahaya, selain sempit hanya berkisar 1 meter lebarnya dengan sisi kiri kanan jurang bebatuan tanpa pohon, juga angin sangat kencang siap mendorong kita setiap saat. Di puncak ini terdapat batu kenteng / lumpang / berlubang dengan jumlah 9 menurut penglihatan paranormal.


BaseCamp Thekelan
Watu Gubug


Pemancar
Jalur ke Kenteng Songo
Puncak Kenteng Songo


Selasa, 20 Oktober 2009

Pos Watu Tulis


pos 2 Gunung Merbabu (Jalur wekas)

Keindahan Gunung Merbabu

sunset di Gungung Merbabu